Showing posts with label Spirit. Show all posts
Showing posts with label Spirit. Show all posts

Kisah Seekor Kupu-kupu

. 22 August 2009
0 comments


Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap- sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.


Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah SWT untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah SWT membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang
cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan…Dan Allah SWT memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan…Dan Allah SWT memberi kita Berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran…Dan Allah SWT memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati…Dan Allah SWT memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta…Dan Allah SWT memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati. Dan Allah SWT memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Allah SWT membimbing Kita.

Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?

Kadang Allah SWT tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Allah SWT, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri…

Jika itu yang terbaik maka pasti Allah SWT akan memberikannya untuk kita.

Dari sebuah catatan kecil seorang kawan

Info Syawal 1429 H - Eid Mubarak

. 30 September 2008
1 comments


Dr. Ali B. Panda (MCW member) from Marawi City, Philippines reported: Seen
The Ulama League of the Philippines headed by Aleem Ömar Pasigan concurred by the majority of the Ulama headed by Abu Ali Qadi in Marawi City and Lanao del Sur declared that Eid al-Fitr will be celebrated in the Philippines on Tuesday, September 30, 2008, the first day Shawwal. The declaration is based on the claimes that the moon was sighted in Cotabato¸ Zamboanga¸ Jolo and other places in Mindanao on September 29, 2008. Hower, Sultan a Cabugatan with the call sign of compound base said that moon was sigted in Dalipga, Lumbatan, Lanao del Sur more than seven min before sunset.

M H Zulqarnain from Riyadh, Saudi Arabia reported: Eid is announced
It may be surprising to all, but it has been announced here that moon has been sighted and tomorrow, Tuesday is Eid.

Mrs. Lubna Shawly (MCW member) from Jiddah, Saudi Arabia reported: Eid is announced
The Kingdome of Saudi Arabia Declaired that Eid is tomorrow Tuesday the 30th of September 2008

Niaz Ahmed Khan from UAE reported: Eid is announced
Tuesday is the first day of Eid Al Fitr, the UAE Moon Sighting Committee announced on Monday. The committee, headed by Mohammad Bin Nakhira Al Daheri, Minister of Justice, was quoted by WAM as saying that after a number of legitimate measures, as well as several contacts with neighbouring countries, it was established that Tuesday is the first day of Shawwal and hence the first day of Eid Al Fitr in the UAE.

Rizwan A. Rizvi sent the link which has Shawwal announcement in Lebanon: Official statement by Ayatollah Fazlullah. Here..

Danyal Shoaib from London, UK reported: Eid is announced
This is an official statement for London which has been announced further to my reporting of Regents Park Mosque: "The Coordination Committee of Major Islamic Centres and Mosques of London has agreed that Eid ul-Fitr, will be on Tuesday 30 09 2008." May we have unity in this celebration in the future Ameen. Eid mubarak once again!

Eid Mubarak from Khilafah.com
Announcement about the crescent moon of Shawwal 1429 AH.
After investigating the sightings of the crescent moon of Shawwal and the many reports in some of the Muslim countries. After verifying these reports in accordance to the Shari’ basis, we can announce that these sightings are legitimate according to the great Sunnah and hence Eid will be tomorrow (Tuesday 30th September).

“Berpuasalah kamu karena melihat hilal (bulan sabit) dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) 30 hari.” (HR Bukhari-Muslim).

Warm IEd Whishes
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Mohon Maaf Lahir Batin





Celestial Capture by U.S Navy Observatory:
Apparent disk of Moon for 2008 Sep 30 at 07:00 UT, 16.00 WIT or 15.00 WIB.

Info Hilal 1 Syawal 1429 H

. 29 September 2008
0 comments

Last update, 30 September 2008: 06.00 WIT. Info Syawal 1429 H - Eid Mubarak, Eid is announced.

30 September 2008: 04.00 WIT. Menurut prediksi Islamic Crescent's Observation Project (ICOP) konjungsi geosentri akan terjadi pada 29 September 2008 pukul 08:12 UT


Dua dari sekian banyak alasan menulis blog adalah menulis sesuatu yang sudah diketahui/dipahami atau menulis sesuatu yang belum diketahui/dipahami agar kita mendapat respon pembaca supaya saya mendapat tambahan informasi dan pemahaman (tentu bagi pembaca blog ini juga). Hari ini merupakan hari-hari penghujung bulan Ramadhan 1429 H dan hampir mendekati awal bulan Syawal 1429 H.

Sudah menjadi polemik di Indonesia tentang perbedaan penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal. Meski pun demikian, sebagai seorang muslim kita wajib untuk terus memperdalam dan memahami ilmu agama sebagai bekal di hari kemudian. Di tengah kebingungan umat, marilah kita mencari ilmu dab hujjah terhadap suatu masalah agar dapat menyakini dengan kebenaran.

Tulisan ini bermula dari ke khawatiran akan perbedaan tersebut dalam menentukan 1 Syawal 1429 H. Dalam penentuannya, banyak prediksi/cara yang di gunakan untuk menentukan awal Ramadhan dan 1 Syawal diantaranya:

1. Menurut Kriteria Rukyatul Hilal ( Limit Danjon )

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit Danjon diberlakukan maka semua wilayah Indonesia tidak mungkin menyaksikan hilal pada hari pertama terjadinya Ijtimak pada saat setelah matahari terbenam. Pada tahun 2007, Ijtimak pertama terjadi pada tanggal 11 Oktober 2007 (11/10/2007) dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas yang memegang teguh prinsip rukyatul hilal harus menolak persaksian seseorang yang menyatakan dapat merukyat hilal pada hari itu. Hilal baru mungkin dirukyat pada hari kedua pasca Ijtimak (12/10/2007) . Dengan demikian bulan Ramadhan 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Berdasarkan peninjauan tersebut jika kita menganut prinsip Rukyatul Hilal maka tanggal 1 Syawal 1428 H akan jatuh pada hari: Sabtu, 13 Oktober 2007


2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada kalender yang menyatakan :

Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1). Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau

(3). Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.

Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa seluruh wilayah Indonesia posisi hilal berada pada ketinggian antara minus 1° di bawah ufuk sampai dengan 1° di atas ufuk saat matahari terbenam di masing-masing lokasi pada hari terjadinya ijtimak sehingga syarat imkanurrukyat belum terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut pada tahun 2007 bulan Ramadhan 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari. Maka tanggal 1 Syawal 1428 H menurut pemerintah akan jatuh pada hari: Sabtu, 13 Oktober 2007


3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah yang dipedomani oleh Muhammadiyah menyatakan bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam". Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal sudah terpenuhi untuk wilayah terang (hilal di atas ufuk) dan belum memenuhi syarat untuk wilayah merah (hilal di bawah ufuk). Berdasarkan prinsip bahwa Indonesia adalah satu kesatuan wilayah hukum negara (konsep wilayatul hukmi) maka jika ada satu wilayah yang sudah wujud hilal maka berlaku untuk seluruh negara. Berdasarkan kondisi tersebut maka tanggal 1 Syawal 1428 H menurut Muhammadiyah jatuh pada hari : Jumat, 12 Oktober 2007


4. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi

Kurangnya pemahaman terhadap ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat serta asingnya perukyat terhadap perkembangan-perkembangan baru dalam teknologi hisab dan rukyat menyebabkan perukyat sering melakukan kesalahan saat identifikasi terhadap obyek yang disebut "hilal" baik yang "sengaja salah" maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi. Tidak hanya di Indonesia bahkan di negara-negara lain kasus ini sering terjadi misalnya Arab Saudi sebagai contoh. Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi".

Kasus Idul Adha 1424 H yang lalu merupakan salah satu contoh. Bahkan baru-baru ini Saudi juga mengklaim dapat menyaksikan hilal Sya'ban pada 14 September 2007 saat hilal baru berumur sekitar 4 jam selepas ijtimak. Namun demikian keputusan Saudi taat diikuti oleh rakyatnya bahkan banyak diikuti juga oleh negara-negara lain termasuk sebagian masyarakat Indonesia.

Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Quro" telah berkali-kali mengganti kriterianya. Ironisnya banyak istbat penentuan awal bulan justru tidak menggunakan kriteria kalender ini. Sulitnya merumuskan kriteria berdasarkan "klaim rukyat" ini karena kriteria rukyatul hilal yang dipakai Saudi hanya mendasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap laporan tersebut. Hanya dengan mengucapkan syahadah maka laporan tersebut sah adanya begitu tuntunan syariatnya.

Berdasarkan laporan-laporan klaim rukyat tersebut semakin nampak jelas bahwa kriteria awal bulan yang digunakan oleh Saudi lebih mengarah kepada kriteria "Ijtimak Qablal Ghurub" yaitu ".. jika ijtimak terjadi sebelum waktu maghrib (matahari terbenam) maka sore itu adalah awal bulan baru tanpa mengindahkan faktor-faktor yang lain misalnya ketinggian hilal saat terbenamnya matahari ..". Dengan menggunakan acuan ini maka penetapan tanggal 1 Syawal 1428 H di Saudi akan jatuh pada : Jumat, 12 Oktober 2007


5. Kriteria Awal Bulan Negara Lain

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°.

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyat bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat/Qadi serta pengkajian ulang terhadap hasil rukyat. Antara lain masih diakukan oleh negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko dan Trinidad

2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset) Kriteria ini digunakan oleh Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.

4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak digunakan oleh Mesir.

5. Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru mengikuti Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.

6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat --> Kepulauan Karibia

7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari --> diadopsi oleh Algeria, Tuki dan Tunisia.

8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar diadopsi oleh negara Libya.

9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah --> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa

10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

11. Menggunakan Rukyat : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.

12. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah serta beberapa jamaah lainnya masih menggunakan hisab urfi.

Ijtima sendiri dalam bahasa astronomi disebut konjungsi adalah satu kondisi di mana satu benda langit melewati (menyusul) benda langit lain. Jika dalam satu garis yang tepat tentunya terjadi yang namanya gerhana (gerhana matahari terjadi saat bulan berkonjungsi tepat menghalangi matahari). Jika tidak terjadi gerhana, maka konjungsi yang terjadi tidak menghasilkan sudut elongasi, atau elongasi sebesar 0º.

Pada kasus bulan dan matahari untuk penentuan bulan baru atau new moon, konjungsi atau ijtima terjadi pada saat altitude/ketinggian bulan dan matahari adalah sama. Hal ini disebut sebagai konjungsi geosentris. Setelah konjungsi, matahari akan terbenam lebih dahulu. Hal inilah yang menimbulkan penampakan sabit atau crescent untuk pertama kalinya di awal bulan baru Hijriyah.

Selain konjungsi yang saya pahami di atas (bisa jadi pemahaman saya salah), ada juga konjungsi celestial (bukan berdasarkan koordinat azimut/bumi tapi koordinat matahari/celestial) yang menjadi patokan kondisi yang disebut dark moon. Konjungsi inilah yang saya gunakan pada tulisan --- terdahulu dalam menantikan awal Ramadhan 1429 H.

Menurut ketentuan Rasulullah, satu bulan itu adalah masa bulan mengelilingi bumi dari ijtima ke ijtima. Menurut ilmu astronomi rata-ratanya adalah 29 hari 12 jam 44 menit 2.8 detik. Oleh karena hal tersebut peristiwa ijtima menjadi patokan penting kriteria penentuan awal bulan.

Dalam hal ini saya tetap menyakini Rukyatul Hilal dalam memastikan awal/akhir bulan baru khususnya awal Ramadhan dan awal bulan Syawal yang didalamnya terdapat rahmat spesial dalam melaksankan ibadah. Menurut pendapat pribadi saya, ilmu falaq/hisab dapat digunakan untuk memprediksi kemunculan bulan, namun tetap di pastikan dengan Rukyak. Dijaman yang sudah canggih saat ini, kita bisa menggunakan teropong 'canggih' untuk menilik bulan sabit.

Memprediksi dengan ilmu falaq, kemudian melihat hasil celestial dari tangkapan teropong dan melakukan Rukyat di lapangan terbuka sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, serta menanti kabar jika masih gagal melihatnya. Hingga hisab menjadi solusi akhir jika informasi global tidak di temukan.

Ini adalah tangkapan celestial pada pukul 15.00 WIT, 29 September 2008 (Thin Sighting)



Hasil tangkapan celestial pada pukul 04.00 WIT, 30 September 2008 dari U.S Navy Observatory (Sighting)



Informasi hilal dan penetapan 1 syawal di seluruh dunia insya Allah dapat anda ikuti melalui misalnya, http://icoproject.org/ atau http://moonsighting.com . Di tanah air, telah ada website http://rukyatulhilal.org atau mengacu pada http://bosscha.itb.ac.id/hilal/

Keep watch!



Ru'yatul Hilal - Mengamati Tangkapan Teropong U.S Navy Observatory

. 31 August 2008
0 comments

Last Update 31 Agustus 2008 18.30 WIT
Sudah ada penampakan Hilal Ramadhan, namun masih sangat tipis. Dari ru'yatul hilal pribadi saya ini sebenarnya sudah bisa dipastikan masuk 1 Ramadhan 1429 H. Marhaban yaa Ramadhan.

Last Update 31 Agustus 2008 19.30 WIT
Menurut saya sudah jelas masuk bulannya. Namun ru'yatul hilal belum cukup jelas untuk dilihat dengan mata telanjang. Wah.. siap-siap sholat tarawih dulu deh.

Last Update 31 Agustus 2008 21.30 WIT
Dah mulai jelas neh.. Terdapat sabit kecil pada permukaan bulan, dan saya yakin ru'yatul hilal ini pun masih sulit di lihat oleh mata biasa dari bumi. Apalagi dengan posisi Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa.

Last Update 1 September 2008 04.00 WIT
Sahur.. sahur.. Saya sudahi observasi ini. Mungkin di Indonesia akan sangat sulit melihat hilal dengan mata 'telanjang', namun saya yakin dibelahan bumi lain yang melakukan ru'yatul hilal seperti Arab Saudi, Libya, Yaman, dan benua Amerika penampakan hilal akan lebih jelas. Sekiranya hilal tersebut sulit di lihat di Saudi Arabia, Insya Allah masih bisa menunggu kabar (persaksian) dari saudara kita yang ada di New York. Artinya di Kalimantan Timur baru bisa mendapat kabar dari sana sekitar pukul 04.00 WIT atau sekitar pukul 17.00 waktu New York.
Maha Suci Allah yang telah menciptakan perbedaan waktu siang dan malam, dan seluruh penciptaan-Nya.

Data terakhir hasil tangkapan kamera U.S Navy Observatory - Moon Current Capture, Ru'yatul Hilal Ramadan:
[[Tanggal 31 Agustus 2008 08.00 WIT hingga 1 September 2008 04.00 WIT]]
























Pukul 08.00 WIT / 01:00 UTPukul 09.00 WIT / 02.00 UT
No ShinyNo Shiny
Pukul 10.00 WIT / 03.00 UTPukul 11.00 WIT / 04.00 UT
Thin Shiny | to doubtThin Shiny | to doubt
Pukul 14.30 WITPukul 15.30 WIT
Thin Shiny | to doubtThin Shiny | to doubt
Pukul 16.30 WITPukul 17.30 WIT
Thin Shiny | to doubtThin Shiny
Pukul 18.30 WITPukul 19.30 WIT
Thin ShinyMoonSighting
Pukul 21.30 WITPukul 04.00 WIT - 1 Sep 2008
MoonSightingMoonSighting

Menunggu dan me-reload, begitulah saya menanti "penampakan" Hilal Ramadhan di website khusus U.S Navy Observatory. Mungkin saya kurang beruntung hingga IP Address yang saya gunakan di _BLOCK_ oleh website tersebut. Maklum, ini website Angkatan Laut milik pemerintah Amerika Serikat. Saya coba beberapa kali mengakses via 3G/HSDPA di handphone Nokia 6120 Classic dengan Opera Mini ternyata tidak bisa di akses. Karena penasaran saya aktifkan Bluetooth di laptop dan mencoba kembali mengakses website tersebut. Nihil.. hasilnya sama, saya tidak dapat mengakses website U.S Navy Observatory - Moon Current Capture.

Duga'an pertama adalah website tersebut sedang dalam maintaince sehingga mengalami downtime. Setelah beberapa jam dan berkali mencoba tidak ada hasil, iseng.. saya mengakses melalui Web Proxy. Wal hasil, saya berhasil. Positif saya simpulkan bahwa IP Address saya telah di blokir oleh situs milik pemerintah Amerika tersebut.

Alhamdulillah, dengan web proxy saya bisa melihat hasil tangkapan kamera bulan mereka untuk di jadikan perbandingan informasi Ru'yatul Hilal. Sampai pagi ini hasil tangkapan kamera dari U.S Navy Observatory belum memperlihatkan kemunculan cahaya bulan sabit yang menandakan bulan baru.

Insya Allah saya akan tetap memantaunya meski pun harus berganti-ganti proxy, hehehehe... demi kebaikan lah.
OK.. halaman ini akan saya usahakan selalu update dengan menambah hasil tangkapan terakhir U.S Navy Observatory untuk melihat Hilal Ramadhan.

Tips buat Anda yang mencari informasi tentang Ru'yatul Hilal:

  1. Karena kita mungkin hanya orang biasa (awam), sebaiknya kita mencari persaksian tentang ru'yatul hilal

  2. Informasi dari persaksian (Pemerintah atau Alim Ulama) tersebut bisa Anda yakinkan dan sinkronkan dengan data website U.S Navy Observatory - Moon Current Capture ini

  3. Jika IP Address Anda di blok, gunakan web proxy terkecuali website tersebut benar-benar di tutup.

  4. Sudah yakin dengan hasil Ru'yah Hilal dan persaksian?? Keduanya dapat dibuktikan secara benar dengan data-data akurat?? Berpuasalah!! jika hilal itu adalah hilal Ramadhan, Berbukalah!! jika hilal itu merupakan hilal Syawal

  5. Sebarkan informasi tersebut sesuai dengan kesanggupan dan keyakinan Anda


INGAT!! Web U.S Navy Observatory - Moon Current Capture adalah milik Angkatan Laut Amerika Serikat, jadi mereka mempunyai hak untuk menjaga privasi data untuk memblok IP Address Anda. Semangat!!!

Info Hilal Ramadhan

. 28 August 2008
0 comments

Ada beberapa khilafiah (perbedaan pendapat) mengenai penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal dalam Islam. Hal ini yang 'sering' menyebabkan selisih hari penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal di Indonesia dan masing-masing memiliki hujjah. Sebagai seorang muslim yang awam, kita wajib mendalami dan mencari tahu untuk menemukan hujjah yang paling kuat.

Sebagai tips untuk berbagi informasi, mungkin inilah sedikit ilmu yang dapat saya share kepada rekan-rekan tentang info hilal Ramadhan. Dalam menganggapi perbedaan tersebut sebaiknya:

1. Sebaiknya hindari polemik dan debat yang tidak bermanfaat seputar penentuan dan penetapan awal Ramadhan , dan begitu pula halnya penentuan hari raya ‘Idul Fitri. Namun kita harus sadar, bahwa mencari kebenaran adalah suatu keharusan seorang muslim.

2. Apabila seumpama dalam penentuan awal Ramadhan terjadi kelompok-kelompok pro-kontra di masyarakat, maka sebaiknya ikutilah yang paling dapat dipercaya serta memiliki hujjah syar’iyah (argumentasi agama) yang kuat, dan jangan sekedar ikut-ikutan. Namun demikian, kita serahkan sepenuhnya kepada keyakinan masing-masing pribadi.

3. Jika sudah menemukan hujjah yang kita yakini, da'wahkanlah. Toh tidak ada ruginya, selain itu memang kewajiban seorang muslim, dari sekian ilmu yang kita sampaikan akan menjadi bekal akhirat kita. Jika malu berbicara sampaikan lewat tulisan, misal.. melalui blog pribadi Anda.

Saya pun hanya orang awam yang mempunyai kewajiban untuk belajar agama hingga keliang kubur. Di sekolah saya belajar bahwa bulan yang bisa terlihat dari bumi hanya satu dan bulan itu bisa terlihat di bagian belahan bumi mana pun. Selisih antar letak geografis negara menurut edaran bumi tidaklah sampai satu hari. Jadi, siapun bisa melihat Hilal dengan jangka waktu tidak terlalu jauh.

Bisa jadi memang disuatu tempat terhalang, namun ditempat lain tidak. Selain itu, kita memasuki era informasi dimana segala kecanggihan teknologi telah banyak membantu kita dalam menyelesaikan masalah, misal mencari info hilal Ramadhan.

Dalam tulisan ini, saya sekedar berbagi sebagai keyakinan saya dengan Rukyatul Hilal dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Selama dua tahun terakhir saya memastikan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan melalui info-info seputar Ru'yatul Hilal, kebanyakan saya dapat dari hasil capture teropong riset yang di update setiap jam oleh beberapa website riset astronomy. Dari sana saya akan memastikan dengan info-info di milis atau berita yang menyatakan telah melihat Hilal bertanda telah masuk 1 Ramadhan. Dijaman yang serba terhubung ini SMS pun bisa jadi media bertanya untuk memastikan dan menyebarkan info hilal Ramadhan.

Salah satu situs riset astronomy yang bisa dipastikan ke akuratan data dan tangkapan terhadap Hilal (bulan) bisa website U.S Naval Observatory. Anda bisa melihat hasil update terakhirnya melalui handphone yang terhubung dengan GPRS/3G setiap jam untuk update tangkapan gambar bulan tersebut.

Gambar tersebut adalah hasil tangkapan teropong pada sebuah Kapal Induk Amerika yang di simpan kedalam database sebagai penelitian astronomy yang bisa kita jadikan data untuk memastikan informasi-informasi (kabar) tentang rukyat hilal. Jika belum yakin juga, silahkan membagikan alamat website tersebut dan diskusikan dengan Alim Ulama yang memahami Rukyah Hilal.

Dalam Islam awal puasa Ramadhan ditentukan dengan tiga perkara :
1. Ru’yah hilal (melihat bulan sabit).
2. Persaksian atau kabar tentang rukyah hilal (info hilal).
3. Menyempurnakan bilangan hari bulan Sya’ban.

Jika memang kita sulit melihat Hilal, kita diharuskan mencari kabar tentang ru'yat hilal yaitu info hilal Ramadhan dengan persaksian yang dapat dipercaya. Jika cari kedua ini juga masih sulit di jaman sekarang, gunakan cara ke tiga. Yaitu dengan menyempurnakan bilangan hari bulan Sya'ban.

Bacalah beberapa referensi tentang penentuan awal dan akhir Ramadhan di berbagai media. Berikut beberapa diantaranya:

() Penentuan Hilal awal bulan Ramadhan dan Syawal
() Perbedaan Pendapat Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Silahkan klik atau copy paste alamat U.S Naval Observatory - Moon Current Capture ini [ http://aa.usno.navy.mil/idltemp/current_moon.php ]. Ya Robbi, saya telah sampaikan, Wallahu a'lam bis showab.

Sumber Capture: U.S Naval Observatory - Moon Current Capture



Perbedaan Pendapat Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

.
0 comments

Tulisan ini saya muat sebagai keyakinan pribadi yang paling dapat dipercaya serta memiliki hujjah syar’iyah (argumentasi agama) yang kuat, dan tidak sekedar ikut-ikutan belaka.

Beberapa hari lagi umat islam akan menghadapi Ramadhan, Tamu agung sekaligus bulan suci yang penuh rahmat (kasih sayang), magfirah (pengampunan) dan pembebasan dari api neraka. Momentum yang sangat tepat untuk melakukan perubahan dan perbaikan individu dan sosial. Kesempatan berharga untuk melakukan amal kebajikan, pembinaan jiwa, introspeksi diri dan segala bentuk sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas ketakwaan di sisi Allah SWT. Bulan yang lebih baik nilainya dibandingkan seribu bulan, di mana Allah SWT akan melipat gandakan pahala amal kebaikan dan mengampuni noda dan dosa.

Para salafus shalih selalu merindukan datangnya bulan ramadhan. Mereka menantinya dengan penuh harap dan melakukan persiapan sejak dini untuk menyambutnya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran pelaksanaannya baik materi maupun ruhi sudah tersedia dan terprogram secara matang.

Mereka memaknai ramadhan secara luas. Tidak hanya sebagai bulan untuk melakukan sholat, berzakat dan ritual ibadah lainnya saja akan tetapi lebih dari itu sejarah mengabadikan bahwa beberapa peristiwa penting terjadi pada bulan Ramadhan. diantaranya; perang Badar, perang Hunain, Fathu Mekah (penaklukan kota Mekah) dan perang Ain Jalut. Hal tersebut bisa terelisasi berkat persatuan dan kesatuan umat islam dalam memahami nilai-nilai yang terkandung dalam bulan ramadhan dan menjadikannya sebagai spirit untuk melakukan perubahan dan perbaikan.

Namun fenomena yang menarik dan terjadi hampir setiap tahunnya adalah sampai saat ini umat islam di Indonesia tidak pernah menemukan kata sepakat untuk penentuan awal ramadhan, atau idhul fithri atau idhul adha. Masing-masing organisasi massa islam seperti Muhammadiyah, NU, Persis, HT dan DDI kerap mengeluarkan hasil "ijtihadnya" dalam penentuan awal bulan ramadhan lalu memfatwakan kepada massanya untuk mengikutinya.

Hal tersebut berimbas kepada kebingungan dan kegamangan sebagian umat islam dalam memulai puasa, idul fithri dan idul adha. Terkadang di suatu desa atau kampung, karena penduduknya berbeda organisasi menimbulkan perbedaan mereka dalam memulai puasa atau idhul fithri.

Anehnya fenomena yang sama tidak terjadi di belahan dunia islam lainnya seperti Timur Tengah dan Afrika. Kalaupun terdapat perbedaan dalam penentuan awal ramadhan, itu hanya terjadi antar negara bukan di satu negara sebagaimana kejadian di Indonesia.

Dalam beberapa tahun misalnya antar negara Arab Saudi dan Mesir atau Sudan terjadi perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan.

Khilafiah (perbedaan) antar negara tersebut dalam tinjauan fikih sah-sah saja, karena mungkin disebabkan perbedaan Mathla' (posisi terbitnya hilal).

Nah tulisan yang sederhana ini akan mencoba membahas faktor penyebab terjadinya khilafiah (perbedaan) para ulama mengenai persoalan tersebut dari tinjauan fiqih islam dan bagaimana pendapat mereka.

Penentuan Awal Bulan dan Fikih Islam

Khilafiah (perbedaan) para ulama islam dalam menentukan awal bulan bersumber dari perbedaan mereka dalam melihat hilal atau lebih dikenal dengan nama ikhtilaful mathali'. maksudnya bukan berarti bahwa matahari berjumlah lebih dari satu dan terbit di beberapa tempat, tetapi perbedaan posisi seseorang dalam melihat hilal. terkadang hilal bisa dilihat oleh mata telanjang atau dengan menggunakan alat teropong pada posisi tertentu, sementara itu ia tidak bisa terlihat pada suatu daerah karena tertutup awan atau jarak pandang yang jauh.

Kalau kita telaah khazanah keilmuan islam kita akan temukan bahwa ada dua sistem yang dipergunakan untuk penentuan awal bulan. dan itu mempunyai dalil kuat berdasarkan ayat Al -Quran dan hadits Rasul.

Pertama, Ru'yah Hilal. Adalah penentuan ramadhan dengan menggunakan penglihatan hilal (awal bulan) baik dengan mata telanjang atau alat teropong.

Kedua, Hisab. Adalah penentuan awal ramadhan dengan menggunakan hitungan hari.

Sudah menjadi kesepakatan para ulama islam bahwa standar untuk menentukan awal bulan adalah ru'yah hilal. Itu terjadi setelah tanggal 29 atau 30 sesuai dengan jumlah bilangan bulan arab. Hisab dalam konteks ini tidak dipergunakan karena tingkat keakuratannya yang lemah. Terkadang terjadi selisih 1 atau 2 hari dengan bulan arab. tetapi kalau hilal tidak bisa terlihat setelah tanggal 30, maka mereka membolehkan untuk menggunakan hisab (hitungan hari).

Allah SWT berfirman: Bulan ramadhan yang diturunkan padanya Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas dari petunjuk dan pembeda. Barangsiapa di antara kalian yang melihatnya (hilal), maka berpuasalah. (QS. Al Baqarah: 185).

Juga berdasarkan hadits Rasululah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah dan Ibnu Umar: Hendaklah kalian berpuasa ketika melihat hilal ramadhan, dan berbuka puasa (idul fithri) ketika melihat hilal syawal. apabila hilal tidak kelihatan (karena terhalangi awan atau yang lainnya) maka sempurnakan bulan sya'ban menjadi 30 hari. (ditakhrij Bukari, Muslim, An nasa'i, Ad Darami, Ahmad dan Baihaqi).

Menurut riwayat Ibnu Umar: jika kalian melihat hilal maka berpuasalah, jika kalian melihat hilal (syawal) maka berbukalah puasa. jika hilal tidak kelihatan, maka perkirakan 30 hari. (ditakhrij Bukhari, Muslim, An Nasa'i dan Ibnu Majah).

Para ulama sepakat bahwa jika hilal terlihat di suatu negeri, maka tidak wajib bagi negeri yang letaknya berjauhan untuk berpuasa.

Mereka berbeda pendapat dalam persoalan sebagai berikut: jika penduduk suatu negeri melihat hilal, apakah wajib hukumnya bagi negeri tetangganya mengikutinya untuk berpuasa? atau apakah masing-masing negeri memiliki mathla' (tempat terbit hilal) tersendiri?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini: Pertama: apabila hilal sudah terlihat, maka wajib bagi negeri tetangganya untuk mengikutinya berpuasa. itu pendapat jumhur (mayoritas) ulama, termasuk murid-murid Imam Maliki yang dari Mesir sebagaimana diriwayatkan Ibnul Qasim. (Bidayatul Mujtahid juz 2 hal 45-47).

Dalil yang dipergunakan sebagai sandaran adalah: Keumuman perintah Allah dan Rasulnya yang dalam QS. Al Baqarah: 185 dan hadits riwayat Abu Hurairah dan Ibnu Umar di atas. Teks perintah berpuasa berdasarkan "rukyatul hilal" bersifat umum berlaku untuk semua umat islam di mana saja ia berada, Kedua: jika penduduk suatu negeri melihat hilal, maka tidak wajib bagi negeri tetangganya untuk mengikutinya berpuasa. itu pendapat mazhab Syafi'i. termasuk murid-murid Imam Malik yang dari madinah, juga Ibnu Al Majisyun dan Al Mughirah. (Bidayatul Mujtahid juz 2 hal 45-47).

Dalil mereka adalah Hadits riwayat Muslim dari Kuraib bahwasanya Ummu Al Fadhl Binti Haritsah pernah mengutus Kuraib ke Muawiyah yang waktu itu menjadi gubernur Syam, Kuraib bercerita: saya berangkati ke Syam dan menunaikan keinginan Ummul Fadhl, lalu tiba bulan ramadhan, saya melihat hilal pada hari jum'at dan besoknya berpuasa. Kemudian saya kembali ke Madinah pada akhir bulan ramadhan. Ketika Kuraib sampai di Madinah, Abdullah bin Abbas bertanya: kapan engkau melihat hilal? aku menjawab:hari jum'at. lalu bertanya lagi: engkau sendiri yang melihatnya? aku menjawab: yang lain juga dan mereka semua berpuasa pada pagi harinya termasuk Muawiyah. Ibnu Abbas berkata: kita di Madinah melihat hilal pada hari sabtu, kita masih berpuasa sampai menyempurnakan 30 hari. Kuraib berkata: saya bertanya: tidakkah cukup kita mengikuti Muawiyah? Ibnu Abbas menjawab: tidak, seperti itu kita diperintah oleh Rasulullah SAW. (ditakhrij muslim, Abu Dawud, At Turmuzi, An Nasa'i dan Ahmad Bin Hanbal).

Ibnu Rusyd dalam kitabnya bidayatul mujtahid mengomentari hadits ini: secara jelas/nyata hadits ini menuntut bahwa setiap negara memiliki legalitas hukum tersendiri dalam melakukan ru'yah, tanpa berketergantungan dengan negara lain. (Bidayatul Mujtahid, juz 2 hal 50-51).

Berangkat dari tinjauan fiqih tersebut, sudah menjadi semakin jelas bahwa perbedaan para ulama dalam menentukan awal bulan ramadhan bersumber dari perbedaan mereka dalam Ru' yatul Hilal dan itu terjadi antar negara bukan di suatu negara sebagaimana kasus di Indonesia.

Jadi dalam bingkai persatuan dan kesatuan umat islam yang merupakan maqasidus Syari'ah (tujuan keber-agama-an), sudah seyogyanya umat islam di indonesia menyatukan persepsi dalam penentuan awal ramadhan dan berusaha menghindari dan mengurangi keputusan-keputusan yang kontra produktif yang berpeluang menimbulkan bibit-bibit perpecahan antar umat islam. Semoga dengan niat ikhlas dan keinginan kuat melalui penyatuan persepsi mengenai penentuan awal bulan ramadhan, umat islam di Indonesia mampu bangkit dari krisis-krisis lainnya. Amiin. Wallahu a'lam bis showab.

* Sumber www.hidayatullah.com Penulis adalah Dosen IAIN Mataram, sedang menyelesaikan disertasi doktoral di Universitas Islam Omdurman Sudan. Sekarang berdomisili di Khartoum Sudan.

PON 2008 dan "Pantry Data"

. 12 July 2008
1 comments

Suaaking sibuknya ngurusin persiapan Data dan Jaringan Komunikasi SIMPON XVII-2008 sampai tidak sempat meng-update blog sendiri.. cape deh.


Tulisan ini sebenarnya hasil dari email saya di groups support-it-ponxvii yang menampilkan suasana data collecting oleh bagian penetapan hasil pertandingan di "Pantry Data". Tepat lokasinya berapa di lantai 7 Kantor Gubernul Kaltim, sebenarnya ini ruangan Pak Gubernur... namun karena sampai dengan hari H pelaksanaan PON XVII-2008, Kaltim belum juga dipimpin oleh Gubernurnya.. (sedang memasuki 2nd putaran pemilihan CaGub) syukurnya PON XVII-2008 tetap berjalan tanpa ada Gubernur Kaltim yang sesungguhnya.


Kembali ke "Pantry Data", di lantai 7 ini terdapat ruang kerja Gubernur, Ruang Meeting, dan Pantry. Tepat di tangga menuju lantai 7 terdapat sebuah ruang yang memang sudah lama kosong yang kemudian di sulap menjadi ruang server PB PON XVII-2008, kita menyebutnya (NOC Kantor Gubernur). Melangkah sedikit akan kita jumpai ruangan pantry yang oleh Bagian IT PB PON XVII-2008 di sulap menjadi "Pantry Data" PON XVII. Di ruang inilah tim IT PON XVII "memasak" hasil pertandingan dan menyajikannya ke http://www.ponxvii-kaltim.com/ sebagai santapan informasi mengenai hasil pertandingan PON XVII-2008.


24 jam "Pantry Data" ini bekerja untuk mengkoleksi dan menetapkan data hasil pertandingan, berkoordinasi dengan para operator IT dilapangan yang langsung meng-input data melalui backoffice (SIMPON) serta melakukan evaluasi dari fax yang dikirimkan PANPEL CABOR, dari ramuan tersebut tersajilah informasi yang akurat melalui http://www.ponxvii-kaltim.com/.


Meski dulunya "Pantry Data" ini digunakan untuk memasak makanan, sekarangkan masih mempunyai ciri yang sama seperti dulunya.. tetap berasap, bukan karena memasak makanan..namun karena asap rokok yang menemani tim IT PB PON XVII-2008 mengolah data.


Hmmm... Saya dimana?






Emotional Benefit

. 13 June 2005
0 comments

Huh.. lama juga ga update blog ini.. kemana aja uey??
Huehehe.. biasa sibuk yang ga sibuk :D

Hari ini ada sedikit pengalaman tentang emotional benefit. Seharian gw baca bukunya Hermawan Kartajaya mengenai marketing, yah.. lagi tertarik ke dunia market place, nimbrung ke dunia yang sebenarnya.. dunia dimana intuitif lebih banyak digunakan ketimbang intelektualitas.

Baru 1/4 dari tebalnya buku terbaca, karna lelah gw baring sebentar.. sialnya begitu bangun.. pinggang ku serasa salah urat, mungkin karna posisi baca yang kesana kemari bisa dibilang 'ngga bener klo diliat dari kaca mata kesehatan. Yup.. ada jadinya malah bad mood, malah males mo lanjutin bacanya.. akhrinya gw putuskan untuk pergi maem mie ayam. Hueheh.. ada mie ayam langganan gw, disela kekesalan gw sambil makan mie ayam.. datang bocah yang barusan beli es jeruk.. ceritanya ia susah payah mo ambil "sedotan" kebetulan tepat disamping gw. Awalnya risih, pi kasian juga.. akhirnya gw bantu ngambilin "sedotan"-nya. Al-hasil, si bocah dengan seyum manis ngucapin "makasih ya mas".

Wah.. gile, gw yah tadinya bad mood malah jadi feel good.
Ternyata bener.. betapa emotional sangat mempengaruhi seseorang. Salah satu challenge untuk memperebutkan hati pelanggan, dalam dunia marketing sih... ;)