Ceritanya jadi juri neh.. Nama acaranya Lomba Karya Cipta Program. Seru juga.. lombanya tentang web design dan aplikasi desktop.
Dalam lomba tersebut, ada peserta yang menampilkan pemrograman micro controller..yang lain kebanyakan web design.
Yang bikin salut sebenarnya para pesertanya, rata-rata anak SMK-TI kelas 1 s/d kelas 3. Diusia mereka yang masih terbilang belia, mereka sudah mampu membuat karya yang sepantasnya di hargai. SALUT deh!!
Harapan kita, akan ada wadah buat mereka untuk mengembangkan ide-ide mereka sehingga dapat bermanfaat bagi perkembangan IT di Tanah Air..syukur-syukur jika karya-karya tersebut dapat membuahkan sebuah motor penggerak yang mampu mewadahi semangat-semangat muda.. Industri IT, keren yakk...
Selamat Berkarya Kawan!!!
Lomba Karya Cipta Program
Labels: KomunitasFinaly: samarinda.Linux.Or.id
Labels: KomunitasHuehehe.. akhirnya, jadi juga KPLI Samarinda punya website. Sederhana aja siy, kebetulan hostingnya dibantu oleh rekan seperjuangan di Jogja.
Coba'in akses ke http://samarinda.linux.or.id
Ato mo join kemilis yak? akses aja http://groups.yahoo.com/group/kpli_samarinda
Makasih banyak buat rekan-rekan yang telah ngbantu.. terutama team El Rahma yang udah bantuan untuk broadband internet diriku ;-)
Much Appreciated...
Mudahan bisa jadi pemicu kemajuan PLBOS untuk perkembangan ICT di kota kelahiran ku..
Amin..
Sial,, lumayan pegel juga ni badan.. rileks dulu..
Open Source Movement 2006
Labels: Komunitas, Linux
Pada bulan Agustus 2006, tepatnya tanggal 22-23... bertempat di Hotel MJ Samarinda, saya diminta untuk membantu mengenalkan sebuah distro yang di"racik" oleh temen-temen Apkomindo.
Acara tersebut diberi nama Open Source Movement 2006 sebagai sebuah inisiatif Apkomindo terhadap keadaan pasar komputer yang semakin mengecil, karna daya beli masyarakat Indonesia makin berkurang, ditambah lagi ketakutan pengusaha pemakai komputer akan penegakan Udang-Undang Hak Cipta yang semakin ketat dilakukan oleh aparat.
Apkomindo membuat sebuah distro yang didukung oleh PT. Pazia Pillar Mercycom sebagai distributor produk Acer notebook dengan harapan pemakai komputer di Indonesia tidak bermasalah dengan perangkat lunak yang ilegal.
Tujuannya bukanlah menyaingi sistem yang sudah ada, tetapi hanya menawarkan solusi alternatif ke masyarakat pengguna komputer. Distro ini diberi nama Pacer Linux yang merupakan turunan dari Knoppix Linux.
Yah, semoga bangsa ini semakin menyadari bahwa Linux tidak selamanya untuk server.. tapi "hebat" juga buat desktop rumahan dan mudahnya sama dengan sistem operasi yang populer "terbajak" di Indonesia.
Menggagas Kembali di Kota Etam
Labels: KomunitasBrrrrgh.. beberapa hari ini jadi hari yang melelahkan. Sudah lumayan lama juga tidak pulang ke kota kelahiran. Kebetulan kemaren di minta untuk jadi pemateri workshop Linux di Kutai Kartanegara, kabupaten yang lumayan wah SDA-nya.. namun tidak dengan SDM-nya.
Asiknya lagi, saya duet bersama OWP (Onno W. Purbo).. beliu pemateri untuk jaringan Linux. Yang menarik adalah antusias peserta untuk mengenal PLBOS khususnya Linux, soalnya "kang" Onno mendemokan asterisk-nya pada saat seminar hari pertama. Gimana ga heboh, dimana provider selluler kita sibuk gembar-gembor dan promosi teknologi 3G.. pa Onno bersama komunitas sudah maen-maen teknologi 4G. Sialnya lagi.. semua perangkat yang kita butuhkan nyaris "gratis".
Yup.. tentu hanya Linux yang bisa begitu. OWP cuman bawa laptop dengan sistem operasi Fedora Core 5 yang lengkap bahkan bisa dibilang setara dengan sentralnya PT. Indosat atau PT. Telkom, semua terintegrasi dalam satu buah laptop. Keren ga?
Saya jadi tertarik lagi kembali ke dunia jaringan dan telekomunikasi, huhehehehe... jadi inget perjuangan di Esia dulu ;-)
Anyway.., ada benang merah yang terlihat. Rekan-rekan di Kukar bersemangat untuk membangun komunitas ICT-nya, syukurnya.. gara-gara Linux mereka jadi ingin tau segalanya.. "di luar sana, ada apa lagi yah?" seperti iklan susu dan******* (maaf disensor). Yah.. bisa lebih jauh "melek" IT-nya.
2 Tahun sebelumnya, sekitar 2004.. bersama beberapa rekan kami berhasil membangunkan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Samarinda yang, gile coy.. "tidurnya" kelamaan banget. Dan akhirnya bangun juga.. lengkap dengan tetek-bengek kepengurusannya. Syukurnya, sampai hari kemaren saya hadir disana.. saya bisa ngeliat batang-idung "pinguin-pinguin" Samarinda, rupanya udah ga doyan "molor" lagi.. syukur deh.
Yang harus disadari, masih harus banyak "kompor" PLBOS yang menyala.. biar cepat mendidihnya. Propinsi yang SDA melimpah ruah, seyogya mampu melahirkan SDM-SDM yang berkompetensi. Meskipun mereka mampu dalam finansial untuk membeli perangkat lunak (software) yang propietary.. dari jadi tender oknum tertentu, medingan tu duit dilarikan buat pengembangan tenaga IT di Kalimantan Timur, setuju ga?
Yang menarik.. saya jadi bersemangat lagi melakukan titik-tolak perjuangan mengkampanyekan Perangkat Lunak Bebas dan Open Source (PLBOS) di kota kelahiran. Syukurnya teman-teman seperjuangan di Jogja dulu yang kebetulan sudah jadi bagian dari Benua Etam mendukung. Seperti biasa.. untuk membangunnya tentu kita perlu komunitas, jika Linux besar karna komunitasnya, maka sebuah ICT akan lebih hidup jika ada komunitasnya.
Bravo KPLI Samarinda, bravo KSL di Samarinda.. ayo kita usung Kaltim Goes Open Source!! Make it happen buddy.. ;-)